Tampilkan postingan dengan label Artikel Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islami. Tampilkan semua postingan

DIALOG IBLIS DENGAN RASULULLAH S.A.W

Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia mendatangi Rasulullah SAW untuk memberitahu segala rahasianya; tentang hal - hal yang disukai maupun dibencinya. Maksudnyanya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.
Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata,
"Hai Iblis! Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar menyuruh engkau menghadap Rasullullah SAW. Hendaklah engkau buka segala rahasia engkau dan apa-apa yang ditanyakan oleh Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, nescaya akan diputuskan semua bagian anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat keras."
Demi mendengar kata Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai; panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah SAW. Maka sembah Iblis (laknatullah),
"Ya Rasulullah! Mengapa tuan tidak menjawab salam hamba? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?"
Maka jawab Nabi dengan marah,
"Hai Aduwullah seteru Allah! Kepada aku engkau menunjuk baikmu? Jangan engkau mencoba menipu aku sebagaimana engkau menipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil disebabkan hasutanmu, Nabi Ayub kau tiup dengan asap racun pada saat ia sedang sujud hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Nabi dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja yan tidak aku jawab karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa maumu hingga menemui aku?"
Sembah Iblis,
"Ya Nabi Allah! Janganlah tuan marah. karena tuan adalah Khatamul Anbiya maka tuan dapat mengenali hamba. Kedatangan hamba adalah disuruh Allah untuk memberitahu segala tipu daya hamba terhadap umat tuan dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang tuan tanyakan akan hamba terangkan satu persatu dengan sebenarnya, tak satupun hamba berani menyembunyikannya."
Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata,
"Ya Rasulullah! Sekiranya hamba berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badan hamba menjadi abu."
Setelah mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluang untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada sekalian umatku.
Pertanyaan Nabi (1):
"Hai Iblis! Siapakah musuh engkau yang paling besar dan bagaimana aku terhadap engkau?"
Jawab Iblis:
"Ya Nabi Allah! Tuanlah musuh hamba yang paling besar di antara segala musuh hamba di muka bumi ini."
Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun mengeletar karena ketakutan. Sambung Iblis,
"Ya Khatamul Anbiya! Ada pun hamba dapat merupakan diri hamba seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara punsama seperti aslinya, kecuali hanya diri tuan yang tidak dapat hamba tiru karena dicegah oleh Allah. Seandainya hamba menyerupai diri tuan, maka terbakarlah diri hamba menjadi abu. Hamba cabut itikad anak Adam supaya menjadi kafir karena tuan berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam; begitu jugalah hamba berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Hamba akan tarik sekalian umat Islam dari jalan benar kepada jalan yang salah supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersama hamba."
Pertanyaan Nabi (2):
"Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu terhadap makhluk Allah?"
Jawab Iblis:
"Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang bukan pada tempatnya. Hamba goda segala manusia supaya meninggalkan sembahyang, suka dengan makan minum, berbuat durhaka, hamba lalaikan dengan harta benda seperti emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. Demikian juga ketika tamasya yang bercampur lelaki perempuan. Di situ hamba lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang rasa malu dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu hamba hulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau amal ibadat, hamba akan tahan mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras hamba goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan menyia - nyiakan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah hamba goda mereka setiap saat."
Pertanyaan Nabi (3):
"Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah dan berpenat melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai kutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu ? Siapa yang memanjangkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?"
Jawab Iblis:
"Semua itu adalah anugerah daripada Tuhan Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur menjadikan hamba menjadi sejahat - jahatnya. Tuan lebih tahu bahwa hamba telah beribu-ribu tahun menjadi ketua kepada seluruh Malaikat dan pangkat hamba telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian hamba tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa lama. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka hamba pun membantah. Lalu Allah menjadikan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan sekalian Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali hamba yang ingkar. Oleh itu Allah murka kepada hamba dan muka hamba yang cantik molek dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan hodoh. Hamba merasa sakit hati.
Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah sekalian bidadari. Hamba bertambah dengki dan dendam kepada mereka. Akhirnya hamba berhasil menipu melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Kedua mereka berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak.
Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun hamba masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya hamba lakukan hingga Hari Kiamat.
Sebelum tuan lahir ke dunia, hamba serta bala tentera hamba dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian hamba turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya hamba dapat ( dari berita langit ), dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid'ah dan kacau balau. Tetapi pada saat tuan lahir ke dunia ini, maka hamba tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika hamba berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentera hamba yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahan hamba dan tentera hamba untuk menjalankan tugas hasutan."
Pertanyaan Nabi (4):
"Hai Iblis! Apakah yang pertama kali engkau tipu pada manusia?"
Jawab Iblis:
"Pertama sekali hamba palingkan niatnya, imannya kepada kafir  dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, hamba akan tarik dengan cara mengurangkan pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalan hamba"
Pertanyaan Nabi (5):
"Hai Iblis! Jika umatku sembahyang karena Allah, apa yang terjadi pada dirimu?"
Jawab Iblis:
"Sebesar-besar kesusahan kepada hamba. Gemetarlah badan hamba dan lemah tulang sendi hamba. Maka hamba kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sembahyang, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, senantiasa hendak cepat habis sholat, hilangkan khusyuknya - matanya senantiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud lama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sembahyang, itu semua membawa kepada kurang pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka hamba sendiri akan menghukum mereka seberat-beratnya."
Pertanyaan Nabi (6):
"Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, apa yang terjadi pada dirimu?"
Jawab Iblis:
"Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuh hamba, putus-putus segala urat hamba lalu hamba lari daripadanya."
Pertanyaan Nabi (7):
"Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, apa yang terjadi pada dirimu?"
Jawab Iblis:
"Binasalah diri hamba, gugurlah daging dan tulang hamba karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya."
Pertanyaan Nabi (8):
"Jika umatku berpuasa karena Allah, apa yang terjadi pada dirimu?"
Jawab Iblis:
"Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepada hamba. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan sekalian Malaikat menyambut dengan suka cita.
Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa.
Yang menghancurkan hati hamba ialah segala isi langit dan bumi; yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan keampunan orang yang berpuasa.
Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga.
Pada hari umat tuan mula berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkap hamba dan tentara hamba; jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami."
"Setelah habis umat tuan berpuasa barulah hamba dilepaskan dengan amaran agar tidak mengganggu umat tuan. Umat tuan sendiri telah merasa ketenangan berpuasa seperti mana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan dengan bulan biasa."
Pertanyaan Nabi (9):
"Hai Iblis! Bagaimana sekalian sahabatku kepada engkau?"
Jawab Iblis:
"Sekalian sahabat tuan juga adalah seteru hamba yang paling besar. Tiada upaya hamba melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. karena tuan sendiri telah berkata ,
"Sekalian sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikut mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk."
Sayidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersama tuan, hamba tidak dapat hampir kepadanya, apalagi setelah berdamping dengan tuan. Beliau begitu percaya atas kebenaran tuan hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan tuan sendiri telah mengatakan jika ditimbang sekalian isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Apalagi dia telah menjadi mertua tuan karena tuan kawin dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafaz Hadis tuan. Sayidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani hamba pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan saksama. Jika hamba pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendi hamba karena sangat takut. Ini karena imannya sangat kuat apalagi tuan telah mengatakan,
"JIKALAU ada Nabi sesudah aku maka Umar pasti menggantikan aku",
karena dia adalah orang harapan tuan serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'. Sayidina Usman Al-Affan lagi hamba tidak bisa mendekati, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantu tuan sebanyak dua kali. karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga tuan mengatakan,
"Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid."
Sayidina Ali Abi Talib pun itu hamba sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat bersopan, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah budak pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada semua berhala. Digelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan tuan sendiri berkata,
"Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya."
Tambahan pula dia menjadi menantu tuan menjadikan hamba bertambah takut kepadanya."
Pertanyaan Nabi (10):
"Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?"
Jawab Iblis:
"Umat tuan itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibrail a.s,
"Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat."
Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan redha dengan kurniaan Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umat tuan seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka hamba pun sukacita lalu masuk ke dalam badannya, hamba putarkan hatinya ke lautan derhaka dan hamba tarik ke mana saja mengikut kehendak hamba. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu hamba goda minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umat tuan terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta,berkelahi sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur."
Pertanyaan Nabi (11):
"Siapa yang serupa denganmu?"
Jawab Iblis:
"Orang yang meringankan syariat tuan hamba dan membenci orang belajar agama Islam."
Pertanyaan Nabi (12):
"Siapa yang mencahayakan mukamu?"
Jawab Iblis:
"Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji."
Pertanyaan Nabi (13):
"Apakah rahasia engkau kepada umatku?"
Jawab Iblis:
"Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka hamba gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sedari."
Pertanyaan Nabi (14):
"Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?"
Jawab Iblis:
"Jika umat tuan hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah hamba dari mereka. Jika tidak hamba akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benih hamba dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapanya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, hamba yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah rasa kenyang."
Pertanyaan Nabi (15):
"Dengan jalan apa tipu dayamu bisa dilawan manusia?"
Jawab Iblis:
"Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis kesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air sembahyang, maka padamlah marahnya."
Pertanyaan Nabi (16):
"Siapakah orang yang paling engkau lebih suka?"
Jawab Iblis:
"Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situ lah hamba mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu."
Pertanyaan Nabi (17):
"Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?"
Jawab Iblis:
"Orang yang tidur meniarap, orang yang matanya terjaga di waktu subuh tetapi menyambung tidur semula. Lalu hamba jadikan dia terlena hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu lohor, ashar, maghrib dan isya, hamba beratkan hatinya untuk solat."
Pertanyaan Nabi (18):
"Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?"
Jawab Iblis:
"Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan solat tengah malam."
Pertanyaan Nabi (19):
"Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?"
Jawab Iblis:
"Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya"
Pertanyaan Nabi (20):
"Apa lagi yang memecahkan mata engkau?"
Jawab Iblis:
"Orang yang taat kepada kedua ibubapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakai mereka selama mereka hidup, karena tuan telah bersabda,
"Syurga itu di bawah tapak kaki ibu "



Polemik nama Paulus dalam kitab Tafsir "Miracle the Reference" Syaamil Al-Qur'an

Bilal
Senin, 8 Oktober 2012 14:16:34
JAKARTA (Arrahmah.com) - "Bencana besar" sebuah kalimat yang ditulis dengan huruf kapital dikirim ke redaksi arrahmah.com, kalimat "bencana besar" tersebut menjadi kalimat pembuka yang menerangkan telah terjadi persoalan pada dua buah buku tafsir  yang dianggap kontra dengan Aqidah Islamiyah.
Dua  buku tersebut ialah Syaamil Al-Quran, 22  in one, "MIRACLE THE REFERENCE" hal 880 yang dinilai pada bagian tafsir Ibnu Kasir tentang surat yasin ayat 13-14 menceritakan tentang seorang nabi utusan tuhan bernama "PAULUS". Serta kalimat selanjutnya tentang "Rasul-rasul utusan Isa Almasih Putera Maryam", dan dinilai seakan-akan Isa diposisikan adalah Tuhan yang mengutus Rasul-rasul. Surat tersebut menganggap ada  infiltrasi ajaran Kristen. 
Selain itu, pada terjemah TAFSIR IBNU KATSIR (10 jilid, harga Rp. 1.498.000,-), yang diproduksi Syaamil, buku ke 8 halaman 208, dianggap pula terdapat kalimat yang sama dan kesalahan yang sama, yaitu : 
  1. Tentang Seorang nabi utusan tuhan bernama "PAULUS" .
  2. Kalimat yang berbunyi, "Rasul-rasul yang diutus oleh Isa Almasih Putera Maryam"
Kemudian surat tersebut memberikan komentar seperti berikut :
Catatan :  Kalimat selanjutnya tentang "Rasul-rasul utusan Isa Almasih Putera Maryam", seakan-akan Isa adalah tuhan sehingga mampu mengutus Rasul-rasul ? PT Gramedia dan Syaamil, benarkah  ini tidak disengaja ...?,Atau PT. Syaamil  membawa misi Kristen ...?  Buku-buku ini akan diwarisi oleh anak cucu kita, dan mereka sejak kecil akan dikenalkan dengan seorang Rasul bernama Paulus, langkah kedua akan semakin mudah bagi kristen, untuk memperkenalkan nama seorang Tuhan Yesus. Bagi yang punya akses, lakukan upaya agar penerbit menarik & merevisi buku-buku ini.Ini kewajiban kita bersama. 
Klarifikasi dari Penerbit Syaamil
Redaksi kami pun menerima sebuah link klarifikasi dari redaksi penerbit Syaamil(http://syaamilquran.com/penjelasan-mengenai-miracle-reference-dan-tafsir-ibnu-katsir.html).
Penjelasan mengenai Miracle the reference dan Tafsir Ibnu Katsir
Pertama-tama, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian umat Islam terhadap mushaf Al-Quran Miracle the Reference dan Terjemah al Misbaahul Muniir fii Tahdzib Tafsir Ibnu Katsir.
Mushaf Al Quran Miracle The Reference adalah salah satu produk terbitan Syaamil Quran dari PT Sygma Examedia Arkanleema. Produk ini adalah hasil pengembangan lanjutan dari produk sebelumnya, Al Quran The Miracle 15 in 1.
Mengapa produk hasil pengembangan ini disebut "Miracle The Reference"? Pertama, "Miracle" sendiri dimaksudkan sebagai sinonim (arti dalam bahasa Inggris) dari kata "Mukjizat", salah satu kata yang paling tepat untuk menyebut Al Quran. Kedua, "The Reference" dimaksudkan bahwa produk ini, selain berisi mushaf Al Quran, juga berisi konten-konten lain yang berfungsi menjelaskan maksud dari ayat-ayat Al Quran. Tujuan penyediaan konten-konten tersebut bukanlah menambah atau mengurangi isi Al Quran-nya sendiri, melainkan untuk memberi sarana bagi setiap pembaca Al Quran agar semakin memahami kandungan isi ayat-ayat-Nya.
Oleh sebab itu, konten-konten tersebut tentu tidak boleh sembarangan, baik dari nilainya, keshahihannya, maupun penulisannya. Dewan Redaksi dari produk ini kemudian berkeputusan untuk mengambil rujukan/referensi dari kitab-kitab atau karya para ulama yang diakui umat Islam secara jumhuri, baik dari sisi penulisnya maupun konten karyanya, serta dinilai penting oleh umat Islam. Kitab-kitab tersebut adalah: Tafsir Ath Thabari/Jami'ul Bayan At Ta'wil Al Quran (Muhammad Abu Ja'far Ibn Jarir), Tafsir Ibnu Katsir (Al Hafidz Imaduddin Ismail bin Amr Ibnu Katsir), Mu'jam I'rab Al Fadzil Quran (Syaikhul Azhar Sayyid Tantawi), Shahih Bukhari (Imam Al Bukhari), Shahih Muslim (Imam Muslim), Al Adzkar Al Muntakhabah min Kalaami Sayyidil Abrar (Imam An Nawawi), Syarah Shahih Muslim (Imam An Nawawi), Riyadushshalihin (Imam An Nawawi), Lubabunnuquul fii Asbaabinnuzuul (Imam Jalaluddin As Suyuti), Asbaabunnuzuul (Imam Al Wahidi), Misbaahul Muniir fii Tahdzib Tafsir Ibnu Katsir (Tahkik Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury), lebih dari 50 karya Harun Yahya, dan lain-lain. 
Tanda Tashih, Kapasitas Para Ulama, dan Kelayakan Konten
Seluruh konten dalam Miracle the Reference telah mendapat pemeriksaan dari para pakar dalam bidang terkait, yaitu: Prof. Dr. K.H. Maman Abdurrahman, MA. (Guru Besar Syariah Universitas Islam, Bandung); Dr. H. Engkos Kosasih, Lc. (Doktor bidang Tafsir Hadits UIN Bandung); Dr. Dadang Darmawan, MA. (Doktor bidang Tafsir Hadits UIN Bandung); Drs. Abu Z Maulana Akbar Khan, M. Ag. (Direktur LPIQ MUI Jawa Barat); K.H. Amin Muchtar (Director of Hadits Institute Ibnu Hajar, Bandung); dan Ust. Muhammad Saifudin, Lc. M. Ag. (Direktur Akademik Lembaga Studi Ulumul Quran (LSUQ) Bandung, Jawa Barat. Selain itu, keseluruhan dari susunan perpaduan mushaf Al Quran dan penjelasannya ini telah mendapatkan pemeriksaan yang utuh dari tim Lajnah Pentashih Al Quran Kementerian Agama, sebuah lembaga yang mendapat kewenangan dan tanggung jawab penuh atas penilaian layak atau tidaknya sebuah produk mushaf Al Quran disebarkan di masyarakat.
Konten Tafsir Ibnu Katsir Pada Hlm. 880 (QS. Yaasin, 36: 13-14)
Dalam Miracle The Reference halaman 880 yang belum direvisi, pada box Tafsir Ibnu Katsir untuk QS. Yasin, 36: 13-14 paragraf 3, terdapat kalimat-kalimat berikut:
Allah swt. berfirman, "Kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga". Allah mengutus seorang nabi lagi untuk lebih memperkuat utusan usaha kedua nabi sebelumnya. Ibnu Juraij meriwayatkan dari Wahab bin Sulaiman dari Syu'aib al-Jubba'i, nama dua orang nabi yang pertama adalah Syam'un dan Yohanes, sedangkan Nabi ketiga Paulus…"…  dst.
Pencantuman nama ketiga orang tersebut (terutama Paulus) ternyata menimbulkan opini-opini tertentu, terutama bila dikaitkan dengan keyakinan penganut Nasrani yang sekarang.
Perlu kami jelaskan bahwa kami telah melakukan REVISI untuk cetakan Miracle berikutnya (terhitung mulai cetakan Juni-Juli 2012) dengan tidak menyebutkan nama-nama dari ketiga utusan tersebut, karena banyaknya versi rujukan penyebutan nama berdasarkan berbagai sumber. Kami juga telah melakukan pengeditan ulang pada kalimat terakhir tafsir tersebut mengenai utusan Isa Al-Masih a.s. Hal ini kami lakukan untuk menghindari kontroversi dan perdebatan lebih lanjut. Hasil revisinya YANG TELAH KAMI CETAK adalah sebagai berikut: 

Namun, selama proses penyebaran cetakan hasil revisi ini berjalan, jika di antara umat Islam masih menemukan edisi lama sebelum revisi, berikut adalah penjelasan dari kami mengenai teks dalam Miracle the Reference, box Tafsir Ibnu Katsir halaman 880 tersebut:
Dalam beberapa referensi yang dirujuk, di antaranya: Tafsir Ibnu Katsir, Kitab Albidayah Wannihayah;  Tafsir Almunir Fil 'Aqidah Wal Syari'ah, DR. Alwahbah Zuhaily; Addar Almantsur Fi Attafsir Bilmatsur, Imam Suyuthi; Tafsir Ibnu Abi Hatim; Tafsir Allubab Ibn 'Adil; Tafsir Ruhul Ma'ani 'Umdatu Al Qari Syarah Al Bukhari; dan beberapa rujukan lain dalam menafsirkan surat Yasin ayat 13 dan 14,  kata yang (ditulis dalam bahasa arabnya Baulus dengan akhiran huruf sin atau baulush dengan akhiran huruf shad), diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Paulus karena huruf P (dalam huruf latin) ditulis dengan huruf Ba (dalam bahasa arab). Sebagai contoh, Pakistan menjadi Bakistan, Paris menjadi Baris (silakan merujuk buku-buku pelajaran bahasa Arab seperti Al'arabiyah Baina Yadaik karangan tim pakar bahasa Arab, cet. ketiga, Maktabah Almalik Fahd, KSA, th. 2004. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kata Baulus atau Baulush berasal dari bahasa asing yang ditulis dengan huruf Arab sehingga kalau ditulis dalam bahasa Indonesia menjadi Paulus.
Secara kaidah ilmiah, tidak ada hal yang menyalahi ketentuan yang berlaku dari penulisan kata tersebut di dalam Miracle The Reference, karena Dewan Redaksi mengambil rujukan-rujukan yang terpercaya seperti dijelaskan di atas.
Berikut ini kutipan teks asli dari kitab Ibnu Katsir yang sudah disarikan yang disebut dengan kitab Al misbah al Munir fi Tahdzib tafsir Ibnu Katsir yang menjadi salah satu rujukan langsung Miracle The Reference, 
قال ابن جُرَيْج، عن وهب بن سليمان، عن شعيب الجبائي قال: كان اسم الرسولين الأولين شمعون ويوحنا، واسم الثالث بولس …
Ibnu Juraij berkata, dari Wahb bin Sulaiman, dari Syu'aib Al Jabbai berkata, bahwasannya nama dua orang utusan yang pertama adalah Syam'unYuhana, dan nama utusan yang ketiga, Baulus...
(جماعة من العلماء بإشراف الشيخ صفيّ الرحمن المباركفورى،  المصباح المنير فى تهذيب تفسير ابن كثير، الرياض، دار السلام للنشر و التوزيع، الطبعة الأولى، 1420هــ/1999م، ص.903.)
(Tim pakar ulama di bawah pengarahan Syaikh Shafiyu al Rahman al Mubarakfuri, al Misbah al Munir fi tahdzib tafsir ibn katsir, Riyadh, Daar as salam linnasyr wa tauzi', cet. Pertama, 1420H./1999M., hal.903)
Berikut ini sebagai perbandingan dari rujukan kitab-kitab yang lain:
Rujukan Kitab Tafsir Fathul Qadir:
في قوله : {إذ أرسلنا إليهم اثنين فكذبوهما فعززنا بثالث فقالوا إنا إليكم مرسلون قالوا ما أنتم إلا بشر مثلنا وما أنزل الرحمن من شيء إن أنتم إلا تكذبون قالوا ربنا يعلم إنا إليكم لمرسلون} ، قيل : واسم الاثنين يوحنا ، وشمعون . وقيل : أسماء الثلاثة : صادق ، ومصدوق ، وشلوم قاله ابن جرير ، وغيره . وقيل : سمعان ، ويحيى ، وبولس
Dalam firman Allah ta'ala, yang artinya, (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu." Dikatakan bahwa nama dua orang utusan tersebut adalah YuhanaSyam'un. Dan sebagian pendapat dikatakan, nama ketiga orang utusan tersebut adalah, Shadiq, Mashduq dan Syalum, demikian pendapat Ibnu Jarir dan yang lainnya. Dikatakan dlm pendapat lain, Yam'anYahya dan Bulis.
(Muhammad bin Ali bin Muhammad al Syaukani, fathu al Qadir, Al manshurah, Dar al Wafa, cet. Ketiga, 1426H./2005M., jilid 4, hal. 480).
Jadi, memang banyak perbedaan pendapat di kalangan para ulama mengenai ketiga utusan itu. Ada yang menyebutnya seperti nama ketiganya demikian (Ibnu Katsir dengan mengutip riwayat Qatadah, Ibnu Jarir dari Wahab dari Ibnu Sulaiman dari Syu'aib Al Jiba'i). Ada juga yang berpendapat bahwa mereka bernama Shadiq, Shaduq, dan Shalum (Ibnu Ishaq dari Ibnu Abbas ra.). Tidak ada yang bisa memastikan yang sebenar-benarnya siapa mereka kecuali Allah. Siapa dan apa pun nama mereka, secara zahir, berdasarkan bunyi ayat 14, Al-Quran menyebut mereka sebagai utusan Allah.
Menurut Ibnu Jarir dalam Tafsir Ath Thabari, yang mengutip riwayat Qatadah, mereka adalah bagian dari kaum Hawariyyin (para pengikut Nabi Isa as. sebagaimana disebutkan dalam Al Quran). Oleh karena itu, para mufasir (di antaranya: Ibnu Katsir dengan mengutip riwayat Qatadah, Ibnu Jarir dari Wahab dari Ibnu Sulaiman dari Syu'aib Al Jiba'i, dan Imam As Suyuti) juga ada yang berpendapat bahwa ketiganya merupakan "utusan" Nabi Isa as., hal itu karena posisi ketiganya seperti Muadz bin Jabal (sahabat Rasulullah saw.) ketika "diutus" oleh Rasulullah saw. untuk berdakwah ke Yaman. Jadi yang dimaksud dengan "diutus" di sini adalah ditugaskan, diperintahkan untuk melakukan dakwah. Kata "diutus" tersebut bukan bermaksud menyamakan kedudukan Nabi Isa a.s. dengan Allah swt. Hanya Allah swt. yang berhak menjadikan seseorang sebagai nabi dan rasul. 
Yang perlu digarisbawahi, siapa pun ketiga orang tersebut, termasuk apa pun namanya (Allahua'lam bimuraadih), sesungguhnya bukanlah tujuan utama yang dimaksudkan oleh Allah untuk mendapatkan perhatian umat Islam karena Al Quran sendiri tidak memberitahukannya secara gamblang siapa mereka sebenarnya. Yang harus menjadi perhatian umat Islam, adalah bagaimana spirit perjuangan dakwah mereka bertiga kepada kaum yang menentang dakwah mereka.
Selain itu secara historis, sesungguhnya sangat mungkin yang dimaksud Baulus yang ditugaskan oleh Nabi Isa berbeda dengan Paulus yang sangat ditokohkan dalam agama Nasrani sekarang. Di dalam kitab rijalul hadits, siapa pun dapat menemukan nama-nama para sahabat yang sama, tetapi orangnya berbeda. Begitu juga dalam sejarah-sejarah yang lain.
Pencantuman nama-nama tersebut di cetakan Miracle the Reference yang belum direvisi, bukan berarti membenarkan ajaran Nasrani sekarang, karena akar akidahnya sudah berbeda. Dalam Islam, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah tidak memiliki anak serta tidak diperanakkan (QS. Al-Ikhlas: 3). 

"Wahai ahli kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dari-Nya. Maka, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, "(Tuhan itu) tiga," berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nya lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung. Al-Masih sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, dan begitu pula para malaikat yang terdekat (kepada Allah). Dan barangsiapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya." (QS. An-Nisa, 4:171-172). 

Oleh karena itu, karena nama mereka bukanlah tujuan utama yang dimaksudkan oleh Allah untuk mendapatkan perhatian umat Islam, juga karena sangat menghargai masukan yang disampaikan oleh sejumlah kalangan, maka Dewan Redaksi memutuskan untuk melakukan revisi atas konten tersebut. Tujuan paling utama dari hal ini adalah untuk menjaga kepentingan ukhuwah yang lebih besar dan menghindari perdebatan tanpa ilmu yang akan menjerumuskan.
Ini menjadi salah satu pelajaran utama bagi para pembelajar yang senang mempelajari Al Quran melalui Miracle The Reference. Tentu hal ini menjadi hikmah tersendiri karena Miracle The Reference telah menjadi referensi pembelajaran Al Quran untuk para pembelajar Islam. 
Revisi Dan Pengeditan Ulang Pada Paket Buku Tafsir Ibnu Katsir, Buku Ke-8 hal. 208. 
Pada hari Selasa, 25/09/12, redaksi Syaamil Books mendapat brodcast blackberry messenger (BBM) "DUA BUKU TAFSIR TERBITAN GRAMEDIA BERMASALAH". 

Berikut adalah klarifikasi atas isi BBM tersebut:
  1. Produk yang dimaksud "Miracle The Reference", dan terjemah "Misbaahul Muniir fii Tahdziib Tafsir Ibnu Katsir", adalah terbitan Syaamil Quran, sama sekali bukan terbitan Gramedia. Dalam kemasannya pun sama sekali tidak tertera tulisan Gramedia. Gramedia hanyalah partner Syaamil Quran dalam disritibusinya. Gramedia menjualkan produk-produk Al-Quran terbitan Syaamil Quran, juga Quran dari penerbit-penerbit lainnya. 
  2. Syaamil Al-Quran sebagai penerbit, telah menuliskan tulisan, gagasan, idea, dan pemikiran Imam Ibnu Katsir Rahimahullah sebagai penulis "Misbaahul Muniir fii Tahdziib Tafsir Ibnu Katsiir" (Paket Lengkap Tafsir Ibnu Katsir) dan menyampaikannya kepada publik. Pada tafsir surat Yaasin: 13-14 (halaman 208), kitab tafsir tersebut memang menyampaikan tentang seorang nabi utusan Tuhan bernama "Paulus" (ditulis dalam bahasa Arab : "BAULUS atau BULISH" yang diartikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi "PAULUS"). Ada pula kalimat "rasul-rasul utusan Isa putera Maryam". Penjelasan mengenai "Paulus" telah dijelaskan di atas. Sementara, kata 'rasul-rasul' yang dimaksud di sana bukan rasul bermakna "Rasulullah", namun utusan biasa (dalam bahasa Arab, "rasul" artinya "utusan" dalam bahasa Indonesia). Hal ini juga telah dijelaskan di atas. 
  3. Berikut adalah naskah asli Tafsir Ibnu Katsir yang menyebutkan tentang "Baulus"
  4. Untuk tetap menjaga ukhuwah, redaksi Syaamil Quran SUDAH melakukan penyesuaian   pada produk Miracle The Reference 22 in 1 cetakan baru dan Syaamil Books SEDANG melakukan hal yang sama untuk "Misbaahul Muniir fii Tahdziib Tafsir Ibnu Katsiir", atau Paket Lengkap Tafsir Ibnu Katsir. 
  5. Syaamil sebagai penerbit buku-buku agama Islam dan Al-Quran, sama sekali tidak mendapat titipan misi apa pun dari siapa pun. Syaamil Quran konsisten dengan upayanya  mendakwahkan Al-Quran, tanpa intervensi dari pihak manapun, apalagi kalangan non-Islam.
  6. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi: redaksi.syaamilquran@gmail.com atau kantor  redaksi di Jl. Babakan Sari 1 No. 71 Kiaracondong – Bandung, telp. 022-7208298.
Demikian hak jawab ini sebagai tabayyun atas informasi yang beredar. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk tetap istiqamah dalam kebenaran-Nya.
Kami berterima kasih pula pada semua pihak yang telah membantu, termasuk para Ustadz, Ulama dan rekan-rekan muslim yang tetap memandang hal ini secara positif dan mendukung upaya-upaya informasi yang kami lakukan. Kita semua bersaudara, dan memiliki niatan baik untuk mendapat ridha Allah SWT.

Selesai kutipan. Wassalamualaikum Wr. Wb.
(bilal/arrahmah.com)

PROPOSAL PELATIHAN

            PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA       ” PELATIHAN PEMBUATAN BLOG PENDIDIKAN BAGI GURU-GURU DI KOTA BANGKALA...